id Indonesian en English de German

Pendidikan Review

 

 

Narasumber : Penulisnya

Denny Nuswardana Sarodja

Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

 

PENGANTAR

 

Pendidikan di Finlandia bisa dibilang maju di dunia karena 66% penduduknya dapat melanjutkan kuliah, dan 93% penduduknya sudah lulus SMA

Menurut tabel liga global mengenai Sistem Pendidikan Indonesia menempati peringkat terendah di dunia bersama Mexico dan Brazil. (Diterbitkan oleh Firn Pearson Edu, London).

 

Human Development Index 2011 yg dikeluarkan Unesco menempatkan posisi Indonesia di bidang pendidikan, berada di peringkat 110 dari 178 negara. Menurut survei kualitas pendidikan Indonesia berada di urutan ke 12 dari 12 negara di Asia (setingkat dibawah Vietnam)

 

Sedang pendidikan Indonesia disahkan, seperti PP nomer 66 tahun 1999 tentang otonomi kampus, UU No 20 tahun 2003 tentang UU sisdiknas, PP No17 tahun 2010 yang kemudian direvisi dengan PP No 66 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, serta keputusan menteri dan peraturan – peraturan lainnya.

 

Sistem pendidikan Indonesia sebenarnya tidak bisa dipisahkan dengan APBN, untuk setiap tahun pemerintah harus mengalokasikan 30% belanja Negara.

Pada tahap pendidikan ini menyisakan banyak persoalan disemua tingkatan pendidikan. Beberapa dampaknya adalah :

Pertama, dari segi akses pendidikan, tidak sedikit rakyat indonesia yang tidak mampu menikmati pendidikan disebabkan karena persoalan mahalnya biaya pendidikan seperti, tidak mampu membayar SPP, Uang Praktek, Uang Gedung, dll.

 

Kedua, dari segi fasilitas, pendidikan nasional secara umum menunjukkan ketimpangan antara sekolah di kota dan di desa, sekolah berstandar internasional dengan standar nasional, kampus swasta dengan negeri. Tidak hanya didesa, dikota pun kampus tidak juga menunjukkan kelayakan dalam mendukung proses pembelajaran dan peningkatan mutu seperti laboratorium, ruang belajar, perpustakaan, dll.

 

Ketiga, adanya kasus – kasus bullying kekerasan terhadap mahasiswa dan siswa, membuktikan bahwa pendidikan tidak demokratis. Keberanian menyam‐ paikan pendapat dan kritik justru dibalas dengan ancaman seperti DO atau ancaman Nilai. Hal ini juga berlaku pada proses pembelajaran didalam ruang kelas yang tidak mampu menghadirkan pembelajaran dialogis tetapi hanya transfer ilmu. Cara ini pantas disebut sebagai model bank yang bekerja sebagai lembaga transfer uang antar uang, sehingga siswa dan mahasiswa tetap sebagai objek, bukan berposisi sama – sama sebagai subyek pendidikan itu sendiri.

 

Keempat, dari segi orientasi, pendidikan hanya berorientasi pada kepentingan pemodal dan penguasa, bukan bervisi kerakyatan, dengan kata lain ilmu pengetahuan semestinya mengabdi kepada kepentingan dan keperluan rakyat.Beberapa persoalan diatas merupakan sebagian kecil dari menumpuknya berbagai persoalan didunia pendidikan nasional. Program pemerintah untuk menjawab berbagai persoalan pendidikan, sampai kini pun hanyalah formalitas belaka sebagai topeng mendapatkan titel sarjana shg mendpt kepercayaan masyarakat.

Euro Management Indonesia

Gedung Ir. H. M. Suseno
Jalan RP Suroso No.6
Menteng, Jakarta Pusat 10330,
Indonesia

Hubungi Kami

Phone   : (+62 21) 398 38706 / (+62 21) 314 0379
Fax        : (+62 21) 316 1701
Hotline  : 0815-1904-0071 / 0811-998-9155 / 0811-99-8167
Email     : info@euromanagement.co.id

Euro Management Indonesia

Gedung Ir. H. M. Suseno
Jalan RP Suroso No.6
Menteng, Jakarta Pusat 10330,
Indonesia
 

Hubungi Kami

Phone 
(+62 21) 398 38706
(+62 21) 314 0379

Hotline  : 
- 0815-1904-0071
- 0811-998-9155  
- 0811-99-8167

Fax  (+62 21) 316 1701

Email: info@euromanagement.co.id

Download Freewww.bigtheme.net/joomla Joomla Templates Responsive
idende