id Indonesian en English de German

Kuliah Di Eropa, Bukan Lagi Impian!!!

Sumber: Artikel koran tabloid Optimis Edisi VI Agustus - September 2006

Pernahkah Anda berpikir untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri? Bisa jadi, sebagian besar kita akan menggelengkan kepala. Jangankan memikirkan, membayangkannya pun mungkin tidak. Mahalnya biaya pendidikan, ditambah biaya hidup yang tidak sedikit, menjadi faktor penghalang utama.

Bimo Sasongko, MSEIE, MBA, President Director & CEO Euro Management Indonesia, pun sempat berpikir seperti itu. Pria kelahiran 4 Februari 1972 ini boleh dikatakan cukup beruntung, karena ia mendapatkan beasiswa untuk pendidikan S1 dan S2 di Arizona State University (ASU) dan North Carolina State University di Amerika Serikat. Praktis, selama berada di negeri Paman Sam, yang ia tanggung hanya biaya hidup.

Tahun 2001, ia kembali berniat melanjutkan pendidikan ke jenjang S3. Semula, ia ingin kembali ke Amerika Serikat. Tapi tiba-tiba, ia mendengar kabar bahwa kuliah di Jerman ternyata gratis.

“Semula saya tidak percaya,” ujar ayah dari lima anak – Aisyah, Hisyam, Azzam, Hafshah, dan Habibie – ini. Tapi karena penasaran, ia pun mencari info lewat internet, DAAD dan Kedutaan Besar Jerman. “Ternyata memang benar. Biaya pendidikan di Jerman benar-benar gratis!” Maka, Bimo pun langsung mendaftar. Alhamdulillah, ia diterima di program MBA di Fachhochschule Pforzheim (University of Applied Sciences) di negara bagian Baden Württemberg, Jerman.

Selama studi di Jerman, suami dari Dwireka Novitria ini merasakan suasana yang sangat menyenangkan. “Jerman adalah negara kaya yang sangat aman, “ujarnya. “Kita tidak akan menemukan orang miskin dan gelandangan. Di Jakarta, kita selalu was-was jika anak perempuan kita keluar malam. Tapi di Jerman, istri saya pernah pulang tengah malam, tapi alhamdulillah aman-aman saja.”

Bimo pun menjadi tahu, bahwa ternyata biaya pendidikan gratis di Jerman berlaku untuk semua tingkat pendidikan. Pemerintah di sana membebankan pajak yang tinggi kepada rakyat. Hasilnya dikembalikan lagi dalam bentuk pendidikan dan kesehatan gratis.

“Kita hanya perlu menanggung biaya hidup. Jumlahnya lebih kurang sama dengan di negara-negara lain, termasuk Indonesia, bahkan bisa lebih kecil,” tegas pehobi travelling dan hiking ini.

Bimo menambahkan, biaya hidup selama kuliah di Jerman pun sebenarnya bisa lebih ringan jika si mahasiswa mau mencari pekerjaan part time yang banyak tersedia. “Misalnya kalau bekerja maksimal 20 jam perminggu selama masa kuliah, kita bisa mendapatkan 200-300 Euro perbulan. Bahkan mahasiswa berhak mendapatkan pekerjaan full time selama masa liburan 3 bulan, 40 jam perminggu, dengan rata-rata pendapatan antara 500 sampai 1.000 Euro perbulan. Selain itu, universitas di Jerman mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti magang selama program kuliah di berbagai perusahaan Jerman, minimal 2 semester penuh, dengan pendapatan antara 300 hingga 1.000 Euro perbulan.”

Setelah lulus kuliah dan ingin kembali ke tanah air, para alumnipun biasanya mendapatkan bantuan dari pemerintah Jerman dengan cara mengajukan diri di kantor walikota Jerman 3 bulan sebelum kepulangannya. Bantuan tersebut berupa transport dan tiket pulang senilai maksimal 1000 Euro, buku-buku senilai 100 Euro pertahun, gaji sebesar 200-400 Euro perbulan selama 12-18 bulan, dan bantuan peralatan kerja sebesar 10.000 Euro.

Soal kualitas pendidikan, tentu tak perlu diragukan lagi. Jerman adalah negara maju yang perkembangan teknologinya sangat pesat, saat ini bersaing ketat dengan negara Amerika Serikat dan Jepang. “Kenyataan ini tentunya berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di negara itu, termasuk fasilitas-fasilitas yang tersedia di berbagai universitasnya,” ujar lulusan S1 Teknik Pesawat Terbang (Aerospace Engineering) di North Carolina State University, dan S2 Teknik Industri (Industrial Engineering) di Arizona State University, keduanya di Amerika Serikat.
 

Kondusif bagi umat Islam

Salah satu hal yang ingin mengganjal, khususnya bagi umat Islam saat ini, adalah sikap dunia Barat pada umumnya yang cenderung antipati terhadap Islam. Ini tentu bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga muslim – termasuk para mahasiswa – yang bermukim di negara-negara Barat.

Namun, menurut Bimo, hal seperti ini sama sekali tidak terjadi di Jerman. Pada perang dunia kedua, negara ini kalah dan seluruh kotanya dihancurkan oleh Tentara Sekutu dan Rusia. Kota-kota yang hancur pun dibangun kembali. Sebagian besar kulinya berasal dari Turki. Mereka menetap dan beranak pinak di Jerman hingga hari ini. Mereka banyak mendirikan masjid, restoran halal, dan fasilitas-fasilitas lain yang sangat dibutuhkan oleh umat Islam.

“Jadi, masjid dan makanan halal mudah ditemukan, bahkan banyak perempuan di sana yang berjilbab. Memang, ketika peristiwa 9 September 2001, warga Jerman sempat curiga juga terhadap warga muslim. Tapi itu hanya sebentar. Setelah itu sikap mereka normal kembali, sebab pada dasarnya masyarakat Jerman tidak punya masalah dengan umat Islam,” jelas Bimo.
 

Mendirikan Euro Management Indonesia

Pengalamannya yang sangat menyenangkan selama menetap di Jerman, membuat Bimo merasa terpanggil untuk mensosialiasikan informasi yang sangat bermanfaat tersebut kepada masyarakat Indonesia. Karena itulah, tahun 2002 – ketika masih berada di Jerman – Bimo menyusun business plan untuk sebuah konsultan pendidikan internasional yang akhirnya ia beri nama Euro Management Indonesia. Sekembalinya ke Indonesia, ia langsung bergerak. Disewanya sebuah kantor kecil, dicetaknya brosur dan dibagi-bagikan ke SMA-SMA dan tempat-tempat lain.

“Alhamdulillah, di tahun pertama (2003) ada 20 siswa yang mendaftar,” kenang pria yang kini mengambil program Doktor bidang Ilmu Manajemen di Universitas Indonesia (UI), Depok dan program Doktor di bidang manajemen pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Uang hasil pendaftaran tersebut pun ia putar kembali sebagai modal. Lalu tahun berikutnya, jumlah pendaftar melonjak menjadi 50 orang, tahun 2005 ada 70 orang, tahun 2006 sebanyak 90 orang, 2007 sebanyak 100 orang, 2008 sebanyak 100 orang dan tahun 2009 ini sebanyak 100 orang yang mendaftar kuliah di Jerman dan Perancis. “Sejujurnya saya tak menduga perkembangan Euro Management bisa sepesat ini”, ujar Bimo.

Pria yang kini menjabat sebagai President Director&CEO Euro Management Indonesia ini, menjelaskan bahwa syarat untuk studi di Jerman sangat gampang yaitu telah lulus SMA dengan nilai rata-rata tidak kurang dari enam, memiliki dana yang memadai untuk pengurusan dokumen keberangkatan, dan biaya pendidikan untuk kursus bahasa Jerman dan beberapa materi lain.

Dengan biaya Rp 24,9 juta semua akan diatur oleh Euro Management Indonesia seperti konsultasi pendidikan dan universitas di Jerman, legalisir dokumen akademik di kedutaan, psikotest, konseling psikologi, motivation building, pengurusan dokumen passport, visa studi, workshop pendidikan dan lain sebagainya. Program bahasa pun disediakan guna membantu siswa-siswi yang hendak belajar bahasa baik Jerman maupun Perancis. Biaya yang dibutuhkan hanya 15,9 juta untuk 6 bulan. Memang tidak ada jaminan bahwa setiap peserta didik di Euro Management Indonesia akan diterima kuliah di Jerman. Tapi tak perlu kuatir, karena syarat penerimaan mahasiswa di Jerman itu sangat mudah, karena pada prinsipnya di Jerman siapapun boleh mengecap pendidikan. Yang paling penting dapat lulus tes dalam bahasa Jerman.

Saat ini Euro Management Indonesia mendapat dukungan penuh dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yaitu Bapak DR. RM. Marty Natalegawa, Kedutaan Indonesia di Jerman, BTC-BPPT, Ekonid, IFFCI, Uni-Eropa, dan IKPEI. ”Prestasi yang patut diacungi jempol serta dukungan penuh dari lembaga pemerintah menjadikan Euro Management Indonesia tidak perlu diragukan lagi reputasinya,” ujar Bimo. Ditambahnya, sejak 2 tahun yang lalu, konsultan pendidikan yang dipimpinnya telah membuka studi ke Perancis. Sedangkan tahun depan, akan membuka program persiapan studi ke Amerika Serikat. Dalam jangka panjang, Euro Management Indonesia akan terus membuka kesempatan pendidikan ke negara Eropa lainnya seperti Belanda, Inggris, Spanyol, dan negara-negara Skandinavia (Denmark, Finlandia, Norwegia, Swedia).
 

Lebih Baik Kuliah ke Jerman!

Dengan berbagai keunggulan pendidikannya, Bimo berpendapat bahwa melanjutkan kuliah ke Jerman merupakan pilihan yang paling ideal saat ini. Sekarang masih banyak orang yang berpikir bahwa kuliah S1 cukup di dalam negeri saja. Setelah itu, baru cari beasiswa ke luar negeri. Padahal, biaya pendidikan di Jerman benar-benar sangat murah. “Jadi sebenarnya para lulusan SMA bisa langsung melanjutkan S1 ke Jerman, bahkan melanjutkan S2 dan S3 pun bisa, tanpa harus mengambil beasiswa. Sekembalinya dari Jerman, mereka bebas bekerja di mana saja, karena tak ada ikatan,” tegas Bimo.

Ditambahkannya, memang universitas-universitas di Jerman biasanya membebankan biaya administrasi antara 50-250 Euro per semester. Tapi biaya ini digunakan antara lain untuk pembuatan kartu mahasiswa, kartu perpustakaan, kartu diskon yang dapat di pakai di berbagai tempat seperti kantin kampus, teater, bioskop dan tempat fitnes. Ada juga beberapa negara bagian yang mengutip biaya kuliah. Tapi oleh pemerintah setempat, jumlahnya hanya boleh maksimal 500 Euro per semester. “Tapi jangan khawatir. Dari 16 negara bagian yang ada di Jerman, 11 negara bagiannya tidak mengenakan biaya kuliah atau gratis dan hanya 5 di negara bagian saja yang menarik biaya kuliah. Lagipula mahasiswa di sana pasti protes kalau pihak kampus mengutip biaya kuliah yang tinggi, karena biasanya serba gratis,” ujar Bimo menutup pembicaraan.

(update by: Linda Tanoto, Mahasiswi London School)

Tags: kuliah di eropa

Euro Management Indonesia

Gedung Ir. H. M. Suseno
Jalan RP Suroso No.6
Menteng, Jakarta Pusat 10330,
Indonesia

Hubungi Kami

Phone   : (+62 21) 398 38706 / (+62 21) 314 0379
Fax        : (+62 21) 316 1701
Hotline  : 0815-1904-0071 / 0811-998-9155 / 0811-99-8167
Email     : info@euromanagement.co.id

Euro Management Indonesia

Gedung Ir. H. M. Suseno
Jalan RP Suroso No.6
Menteng, Jakarta Pusat 10330,
Indonesia
 

Hubungi Kami

Phone 
(+62 21) 398 38706
(+62 21) 314 0379

Hotline  : 
- 0815-1904-0071
- 0811-998-9155  
- 0811-99-8167

Fax  (+62 21) 316 1701

Email: info@euromanagement.co.id

Download Freewww.bigtheme.net/joomla Joomla Templates Responsive
idende